Beranda blog Halaman 12

Wisata Halal Siswa SMP Muhammadiyah 2 Denpasar

Hari Senin 29 November 2010 dipagi hari yang cerah, murid-murid SMP Muhammadiyah2 kelas 3 dengan seragam olah raga telah berkumpul di depan sekolah sambil menunggu kendaraan yang akan membawa mereka ber-Wisata Halal. Murid-murid membawa perlengkapan berupa ransel dan alat tulis. Para guru juga sudah bersiap-siap. Ketua Komite Orang Tua Murid Bapak juga telah hadir siap untuk mengantar dan menemani murid-murid. Terlihat Kepala Sekolah Bapak Sugiono sedang berbincang dengan Wakil Kepala Sekolah Bapak Yakob.

Tepat pukul 07.45 kendaraan sebanyak 2 buah berangkat beriringan melaju menuju pabrik pengolahan Daging PT. Aroma di jalan raya Ngurah Rai Denpasar dekat dengan pembangkit listrik PT. Indonesia Power.  Beberapa saat tibalah mereka di lokasi pabrik. Pihak pabrik yang diwakili oleh Manager HRD Bapak Andre dan pihak LPPOM Bapak Drs. Ir. H. Mochammad Iman, MBA menyambut kedatangan murid-murid. Sebelum masuk ke dalam pabrik, Bapak Iman dari LPPOM memberikan penjelasan sekilas tentang pabrik yang dikunjungi dan membagikan PIN berlogo Halal kepada semua murid dan guru. Acara dilanjutkan dengan kuis Halal seri I, yaitu mengerjakan soal seputar pengertian Halal dan diambil 3 orang pemenang yang berhak mendapat hadiah Jurnal Halal.

Bapak Andre mempersilahkan murid-murid masuk menuju ke aula dilantai 2. Bapak Andre membuka acara dengan memperkenalkan diri dan memberikan sambutan. Kemudian kesempatan diberikan kepada Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah2 Bapak Sugiono untuk memberikan sambutan.  Dengan mengunakan layar LCD yang besar, Bapak Andre memberikan penjelasan presentasi mengenai profil perusahaan, sejarah berdirinya, proses produksi dan produk-produk yang dihasilkan, seperti Baso Ayam, Baso Sapi, Sosis Ayam, Sosis Sapi dan produk-produk lain. Murid-murid menyimak dan mendengarkan secara serius penjelasan yang diberikan Bapak Andre. Direktur Utama PT. Aroma Bapak Adrianto Mulya memberikan kesempatan diskusi dan tanya jawab. Acara berikutnya adalah kunjungan kedalam area proses produksi. Murid-murid diberi kesempatan masuk kedalam area produksi sebanyak 10 orang setiap gelombang. Mereka diwajibkan mengenakan topi khusus, pakaian khusus mirip jas lab, dan sepatu boot dari plastik.

Setelah semua murid melihat ke dalam area produksi, perusahaan  menjamu murid-murid dengan berbagai jenis sosis ayam, sosis sapi, baso ayam, dan baso sapi. Selesai menyantap produk yang disajikan, murid-murid berpamitan untuk melanjutkan perjalanan wisata Halal.

Tujuan berikutnya adalah menuju ke pabrik es PT. Top Kristal. Di pabrik es murid-murid disambut oleh P. Syaiful mewakili perusahaan. Setelah mendapatkan penjelasan singkat tentang perusahaan dan proses produksi, murid-murid diberi kesempatan untuk melihat-lihat area produksi. Produk yang dihasilkan adalah es balok, es tube dan es carving.  Selesai berkeliling area dan mengambil foto, murid-murid berpamitan untuk melanjutkan perjalanan. Karena waktu sudah menjelang siang, murid-murid berangkat menuju mesjid dekat bandara, untuk melaksanakan shalat zhuhur dan dilanjutkan makan siang sambil beristirahat. Sambil beristirahat, murid-murid mengikuti acara kuis Halal seri II. Hadiahnya sama dengan kuis Halal seri I.

Perjalanan terakhir menuju ke PT Aroma Citra Catering (ACS), berlokasi dekat dengan bandara Ngurah Rai.

Di PT ACS murid-murid disambut oleh Bp. Indra Jatmika, HR Manager. Beliau  memberikan penjelasan mengenai profil perusahaan, sejarah berdirinya, serta proses produksi. PT ACS memproduksi catering untuk melayani maskapai penerbangan baik penerbangan dalam negeri maupun luar negeri.  Murid-murid diberi kesempatan untuk berkeliling ke area dapur tempat membuat catering. Setelah puas berkeliling, murid-murid berpamitan dan mengakhiri perjalanan wisata Halal ini untuk kembali pulang ke sekolah ( Moch. Iman, auditor LPPOM MUI Prov Bali ) 

Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar ke Tubuh Kita!

Hidayatullah.com — Bagi mereka yang meng-konsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu.

Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma, mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.

“Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya.”

Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.

Christein berkata, “Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan.”

Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.

Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.

Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.

Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.

Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.

Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.

Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.

Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.

Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris).

Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.

“Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya,” kata Lutwyche.

“Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa.”

“Ada ungkapan lama yang mengatakan, ‘bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya.’ Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya berkembang pesat,” ujar Lutwyche.

Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.

Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.

Lain kali jika membeli roti, mungkin  Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.

Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak.  Gelatin tulang babi digunakan untuk  memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.

Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.

Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.

Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.

Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.

Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:

  1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan  jaringan kulit /daging babi dengan manusia.
  2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
  3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.
  4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
  5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.
  6. pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
  7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.
  8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.
  9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
  10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
  11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
  12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
  13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar  lebih keras.
  14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.
  15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
  16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
  17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
  18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
  19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
  20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
  21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
  22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
  23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
  24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.
  25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
  26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
  27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
  28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
  29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.
  30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
  31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
  32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
  33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
  34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
  35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
  36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.
  37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
  38. Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
  39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
  40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan  jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.

Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.

Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat. [di/dm/www.hidayatullah.com]

Tambahan catatan:

Halal, tidak harus dimakan. Halal disini bisa juga dimaksudkan sebagai suci. Kalau sabun, odol/pasta gigi berlogo halal, apakah halal dimakan? Tentu saja tidak. Jadi halal disini bisa berarti suci. Sementara ini yang kita ketahui bahwa bila kena najisnya babi atau anjing, cara men-sucikannnya ialah dengan dicuci 7 x dan diantaranya dengan menggunakan tanah.

Bayangkan bagaimana bila kita menggunakan odol/pasta gigi, yang ternyata tidak halal/tidak suci? Apa mau mencuci lagi mulut / gigi dengan pembersih 7x lalu salah satu diantaranya dengan tanah/berkumur pake tanah?

Cangkang/pembungkus pada obat jenis kapsul. Sebagian besar terbuat dari jenis gelatin, yang belum / tidak bersertifikat halal. Setahu saya, baru cangkang kapsul bermerek: Capsugel yg sudah bersertifikat halal.

Tulisan diatas, baru tentang pencemaran babi dalam kehidupan sehari2. belum lagi bahan-bahan lain seperti arak masak (ang ciu), air tape yang sudah diendapkan, sake (arak jepang), mirin (kecap jepang), yang biasa kita temui dalam masakan tumisan.

Kemudian pada jajanan / kue: ovalet, TBM, bahan pengembang (dough improver), mentega, dsb. Bisa jadi dari bahan-bahan yang subhat atau bahkan haram.

Mari, kita giatkan program: Sadar halal, peduli halal dan bergaya hidup halal.

Pastikan bahwa setiap produk yang kita beli, berlogo halal, bernomor sertifikat halal MUI dan bernomor MD (makanan dalam negeri) atau ML (makanan luar negeri/impor), sebagai tanda layak konsumsi/ thoyyib.

Obat dan Kosmetika Wajib Bersertifikat Halal

sumber foto: www.merdeka.com
Oleh: Nurbowo, PIC Halal Watch

 

Definisi

Kosmetika, berasal dari Bahasa Inggris cosmetic yang artinya ‘’alat kecantikan wanita’’. Dalam Bahasa Arab modern diistilahkan dengan alatuj tajmiil, atau ‘’sarana untuk mempercantik diri’’. Definisi lebih rincinya, menurut Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) Depkes, kosmetika adalah: ‘’Sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin luar) gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan. Tapi, tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit.’’

Obat adalah sediaan untuk meredam atau menyembuhkan sakit, baik berupa obat oral maupun non-oral (misalnya balsem). Obat per oral, baik padatan (kapsul, tablet, pil) maupun cairan (syrup), tergolong makanan. Tokoh perintis ilmu kedokteran seperti Hipokrates dan Ibnu Sina (Avisena), menyatakan bahwa obat adalah makanan.  Prof Qurais Shihab menjelaskan, makanan atau tha’am dalam bahasa al Quran, adalah segala yang dimakan atau dicicipi. Surat al Baqarah ayat 249, menggunakan kata syariba (minum) dan yath’am (makan) untuk objek berkaitan dengan air minum.

Rambu-rambu

Sungguh, Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Jangan sampai kosmetika menjadi sarana tabarruj (berdandan bukan pada tempatnya, misalnya berparfum aroma sensual untuk ke pesta). Unsur kosmetika haruslah terdiri dari zat yang halal, tidak najis atau menjijikkan (khabitsaat), dan tidak membahayakan tubuh pemakainya.

Hadis yang diriwayatkan Abu Daud dan Abu Darda, bahwa Rasulullah berpesan: “Sesungguhnya Allah-lah yang menurunkan penyakit dan obat. Ia menciptakan obat bagi setiap penyakit. Berobatlah kalian dan jangan berobat dengan yang haram.” Didalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat untuk kamu pada benda-benda yang diharamkan.

Menurut Fatwa MUI No.2/MunasVI/MUI/2000, penggunaan kosmetika yang mengandung atau berasal dari bagian tubuh manusia, hukumnya haram. Dewan Hisbah Persatuan Islam (PERSIS), dalam sidangnya pada hari 2 September 2000 di Sumedang, Jawa Barat, juga mengharamkan penggunaan plasenta untuk kosmetika.

Pada 1994 Komisi Fatwa MUI telah memfatwakan bahwa babi dan komponen-komponennya haram dikonsumsi (baik sebagai pangan maupun obat dan kosmetika).

Komisi Fatwa MUI pada Agustus 2000 menetapkan bahwa yang disebut minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol minimal 1% (satu persen). Inilah yang tergolong khamar, baik dalam bentuk minuman maupun obat.

Sesuai peraturan Depkes mengenai alkohol dalam obat, jika suatu syrup obat mengandung alkohol harus mencantumkan kadar alkoholnya dalam label pada kemasan. Nyatanya, sejumlah syrup obat masih mengabaikan peraturan ini.

TITIK KRITIS

1.       Bahan Berbahaya Kosmetika

  • Merkuri (Air raksa) ditambahkan pada pemutih dengan klaim sebagai penghilang flek-flek hitam
  • Hidrokinon lebih dari 2 % ditambahkan pada pemutih dengan klaim sebagai pemutih kulit (syarat < 2 %)
  • Rhodamin B (pewarna merah jambu) terdapat pada lipstick, perona pipi dan eye shadow
  • Methanil Yellow ( pewarna kuning ) terdapat pada bedak, eye shadow
  • Merah K3 terdapat pada bedak, eye shadow dan perona pipi
  • Methanol lebih dari 5 % (syarat < 5 %) terdapat pada sediaan spray misal hair spray

2.       Bahan Berbahaya Obat

Daftar Efek Negatif Obat

Nama Obat Khasiat Dampak Akibat Kelainan Gen
Albuterol, Ventolin Asma Obat tidak efektif, kembung, perut berbunyi
Thiopurine Leukemia pada anak-anak Obat tidak di metabolik, menimbulkan kematian sumsum tulang
Codeine Penghilang rasa sakit Tubuh tidak dapat mengubahnya menjadi bahan aktif, tidak ada pengurangan rasa sakit
Isoniazid Tuberculosis Tubuh memetabois terlalu cepat sehingga tidak ada yang terserap
Prozac Anti depresan Obat dimetabolis terlalu lambat sehingga menimbulkan keracunan
Procainamide Sakit Jantung Obat tidak dapat dibersihkan dari tubuh, menimbulkan kerusakan hati

Sumber: Newsweek, 8 Pebruari 1999

3.       Bahan Haram Kosmetika

  • Plasenta manusia. Telah digunakan sebagai bahan kosmetika sejak 1940. Khasiatnya, konon, menghilangkan kerutan, dan menstimulir pertumbuhan jaringan.  Plasenta lantas dikenal sebagai kelompok obat, yang kemudian oleh FDA dinyatakan sebagai misbranded. Pada tahun 1992-1994 pemerintah Kuba menganalisa bahwa penting untuk membangun pabrik yang memproduksi berbagai macam obat-obatan dan kosmetika anti-aging.  Misalnya, coriodermina (untuk pengobatan psoriasis), piloactive lotion (untuk pengobatan alopecia), tromboplastine (pengumpalan darah), ophtalmic anti-inflammatory factor dietary supplement (osteoporosis-anemia), melagenina plus dan forte enteral food (perawatan intensiv), placental lactogen (obstetric), placental shampoo bioactive dermal cream, amniotic collagen cream, hair conditioner, facial tonic cleaning milks bioactive dermal soap.
  • Amniotik liquid. Cairan yang berada di sekitar janin yang berfungsi untuk melindungi janin dari benturan fisik. Memiliki keuntungan yang sama dengan plasenta manusia serta penggunaannya terbatas pada penggunaan pelembab, lotion rambut dan perawatan kulit kepala serta shampo.
  • Kolagen. Dalam produk kosmetika, kolagen memiliki efek melembabkan karena ia bersifat tidak larut air bahkan menahan air. Bahan ini bisa berasal dari sapi (bovine collagen, zyderm) atau babi.
  • Cerebroside. Diproduksi secara alami dalam sel epidermal basal, merupakan lapisan kulit paling dalam.  Setelah cerebroside terbentuk, ia akan tersekresi keluar sel kemudian bertindak sebagai lapisan pelindung. Karena sel baru terbentuk di lapisan di bawah kulit, kulit yang lebih tua akan bergerak menuju permukaan dan menjadi kering. Bahan cerebroside dapat bersumber dari sapi, lembu jantan, sel otak babi atau jaringan-jaringan sistem syarafnya.

4.       Bahan Haram Obat

  • Khamar. Bahan yang berpotensi memabukkan.

Indikasinya adalah kandungan alkohol, yang oleh MUI ditetapkan harus kurang dari 1%.

  • Plasenta manusia, atau plasenta hewan yang tidak halal.
  • Unsur Babi. Obat berbahan babi, misalnya obat suntikan penyakit diabetes mellitus (kencing manis) Insulin Nordisk injeksi (produksi Novo Nordisk) dan Insulin Retard NPH injeksi yang diproduksi Novo Nordisk. Heparin, obat pencegah penggumpalan darah yang banyak dipakai sebagai terapi bagi penderita jantung.
  • Obat tradisional berbahaya. Termasuk dalam kelompok ini adalah kalajengking. Konon berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit berat, termasuk typhus dan angina.  Binatang berbahaya lain yang juga acap dijadikan obat adalah ular sendok atau kobra. Katanya, seluruh organ kobra mampu menyembuhkan sekaligus menangkal penyakit.  Empedu dan lulurnya manjur untuk sakit pinggang.  Daging serta lemaknya cocok buat gatal-gatal atau koreng. Darahnya bisa menyembuhkan penyakit dalam, sementara otaknya diyakini mampu meningkatkan gairah seksual. Reptil lain, ular rattle (Lachesis muta), dipercaya untuk obat dipteri. Sedangkan laba-laba maut tarantula untuk angina. Pengobatan dengan organ binatang berbahaya memang tidak didasari logika-logika kesehatan. Hal ini terungkap dari hasil penelitian Azwar Agoes, Ketua Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional I Sumatera Selatan dan Guru Besar Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, pada akhir Juli 2000. Dari 22 pengobat tradisional (Battra) di 4 kecamatan dengan 7 desa Sumsel, tidak ada yang menyelesaikan pendidikan formal SD. Pengetahuan pengobatan tradisional diperoleh secara turunan (100%). Setiap Battra selalu menyatakan dapat mengobati semua jenis penyakit (100%). Menurut survei tadi, Battra yang memenuhi persyaratan WHO amat langka. Pengetahuan Battra diperoleh dengan magang atau belajar sendiri, termasuk secara spontan (spekulasi). Misalnya, di salah satu dusun, ada Battra yang menyembuhkan penyakit kanker menggunakan cara-cara yang sulit dijelaskan secara ilmiah, yaitu bagian tubuh pasien diisap, dijilat, dan dijampi.

TEMUAN LAPANGAN

  • Jajak pendapat pada Milis HW bulan Maret 2007 yang diikuti 37 responden, rata-rata menginginkan obat dan kosmetika halal meskipun mereka umumnya juga masih awam soal bahan haram obat dan kosmetika. Karena itu produsen wajib memberi garansi kehalalan berupa sertifikat halal.
  • LPPOM MUI mensinyalir banyak obat dan kosmetik yang mengandung bahan haram. Menurut hasil penyigian mereka, dari 120 perusahaan, hanya 5 yang memiliki label halal (Direktur LP POM MUI Dr Nadratuzzaman Hosen dalam jumpa pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, 13/3/2007).
  • Di pasaran, banyak obat batuk yang masih mengandung alkohol melebihi batas kehalalan.


Contoh Obat Batuk Mengandung Alkohol Lebih Dari 1%

NAMA OBAT

ALKOHOL (%)

PRODUSEN

ALLERIN 120 ML

5

United American
ALLERIN 60 ML

5

United American
ALPHADRYL EXPECTORANT

5

Pharma Apex
BENADRYL COUGH MEDICINE

5

Pfizer
BENADRYL DMP

3

Pfizer
CORICIDIN

6,4

Schering-Plough
EKSEDRYL EXPECTORANT

2,5

Ethica
INADRYL

5

Interbat
KEMODRYL

5

Phyto Kemo Agung
KOLDEX SA

10

Pharos
LISTERINE (KUMUR)

22,86

Warner Lambert
NIRITON

5

Phapros
PARADRYL

5

Prafa
RAMADRYL ATUSIN

3

Rama Farma
RAMADRYL EXPECTORANT

5

Rama Farma
RHINODIN

10

Medichem

Sumber: apotek-online, 2007

Contoh Obat Kulit Mengandung Placenta

NAMA OBAT

PLACENTA

PRODUSEN

BIOPLACENTON (jelly)

10%

Kalbe Farma
BISMECON (jelly)

10%

Mecosin
CENTABIO (jelly)

100 µg

Sanbe
HEZZEL FARM PLACENTA (kapsul)

n.a.

Hezzel Farm
LAKTAFIT (tablet)

15 mg

Dexa Medica

Sumber: apotek-online, 2007

Yang Haram Jelang Lebaran

Tingginya permintaan barang konsumtif dimanfaatkan orang untuk menjual barang tidak halal dan tidak thayyib. Bagaimana mengenalinya?

Memang, untuk merayakan Idul Fitri serta memuliakan keluarga dan tetamu, jelang Lebaran kita dianjurkan menafkahi keluarga lebih banyak. Diantaranya untuk menambah konsumsi pangan, baik jumlah maupun ragamnya, dibanding hari-hari biasa. Maka, permintaan barang konsumtif jelang Idul Fitri, biasanya meningkat tajam. Nah, memanfaatkan fenomena tahunan itu, ada yang lantas mengail di air butek. Di antaranya, dengan menjual produk pangan haram atau tidak thayib. Inilah sebagian jenis produk haram yang biasa banyak beredar jelang Lebaran.

Sapi Glonggong

Di lapak pasar, di luar los daging, ada daging sapi murah meriah. Diletakkan dalam ember atau baskom, daging ini kelihatannya segar dan montok. Ketika dimasak, ternyata ia kempis hingga 30%. Rupanya, ia tampak gemuk karena mengandung banyak air, yang dimasukkan secara paksa ke tubuh sapi semasa masih hidup. Inilah yang disebut sapi glonggong. Banyak berasal dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebelum dipotong, mulut sapi digelontor air secara paksa hingga tubuhnya membengkak. Selain tak berperi kehewanan, kurang higienis, serta menipu konsumen, praktik itu juga menyebabkan sebagian sapi mati sebelum dipotong.

Daging sapi yang sehat dan halal memiliki sertifikat halal, dagingnya berwarna merah cerah, seratnya halus dan lemaknya berwarna kekuningan. Kondisi daging keras, namun tidak kaku, daging yang kaku dan gelap menunjukkan penyembelihan dilakukan dalam kondisi yang tidak tepat, artinya hewan disembelih dalam keadaan stres atau kehabisan tenaga.

Daging Celeng ‘’Cap Sapi’’

Sejatinya ia daging babi hutan alias celeng, yang biasanya banyak berasal dari Sumatera. Lalu diselundupkan ke Jawa, dan dijual di Jabotabek sebagai ‘’daging sapi’’. Untuk menyarukan, daging celeng terlebih dulu dilumuri darah sapi. Harga jualnya jauh lebih murah dibanding harga daging sapi asli. Akibatnya, selain merusak keseimbangan harga pasar, konsumen muslim pun banyak yang terkecoh.

Daging babi memiliki warna yang bervariasi dari merah muda hingga perak kemerah-merahan, serat halus dan kompak. Lemaknya putih jernih, lunak dan mudah mencair pada suhu ruang (27,5°C).

Ayam ‘’Tiren’’

Ayam mati (bangkai) yang kemudian disembelih (tiren = mati kemaren), sejak dulu hingga kini masih menghantui konsumen. Ciri-cirinya: harga miring, bau bahan pengawet yang berlebihan bercampur bau daging busuk; permukaannya jika ditekan dengan jari terasa lembek karena ada air di antara daging, warna daging kebiruan karena darah tidak keluar dengan sempurna, dan jika disimpan dalam freezer warna yang muncul menjadi kemerahan.

Ciri ayam mentah halal dan segar: bersertifikat halal, lehernya terdapat bekas sembelihan yang memutus dua uratnya, persendiannya masih lemas, permukaan tidak berlendir, dan berbau khas ayam.

Parcel

Bila kebetulan ada anggota keluarga kita jadi pejabat pemerintah, sebaiknya berhati-hati kalau mendapat kiriman bingkisan (parcel) Lebaran. Ingat wasiat Rasulullah SAW: “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap”(HR. Abu Dawud). Tentang hadiah kepada pejabat negara, Rasul mengingatkan, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur” (HR. Imam Akmad). Pada riwayat lain hadiah itu disebut ghulul (perbuatan curang).

Nabi Muhammad juga menegaskan: “Demi Allah, siapa pun diantara kalian yang mengambil sesuatu tanpa hak, maka pada hari kiamat akan menghadap Allah sambil membawa apa yang diambilnya.’’ Pada kesempatan lain, Rasul menandaskan, “Siapa yang kami beri tugas melakukan pekerjaan dan kepadanya telah kami berikan rizki (gaji), maka yang diambil olehnya selain itu adalah kecurangan (ghululun)” (HR.Abu Dawud).

Tapi, bahaya parcel tak hanya mengancam pejabat. Parcel buat kita yang rakyat biasa, masalahnya bukanlah apakah bingkisan itu suap atau tidak. Tapi, apakah isinya yang kebanyakan makanan dan minuman itu halal dan thayyib.

Sebenarnya, mudah menilai kehalalan isi parcel. Sebab, pada umumnya adalah makanan atau minuman dalam kemasan yang diproduksi industri besar. Tinggal lihat saja apakah ada kode MD dan label halal serta batas kadaluwarsanya pada bungkus produk-produk tersebut. Jika terdapat label halal disertai kode registrasi MD + nomor 12 digit, artinya produk itu sudah terjamin kehalalan dan keamanannya.

Bila hanya ada kode MD, perlu dikonfirmasi ke LPPOM MUI apakah sudah mendapat sertifikat halal. Sebab, boleh jadi ia sudah mengantongi sertifikat halal tapi kemasannya masih menggunakan kemasan model lama (belum berlabel halal).

Sebaliknya, bila hanya label halal TANPA disertai kode MD, berarti label halal ini self-claim alias mengaku-aku. Jadi, belum terjamin kehalalannya. Sedangkan bila nomor MD maupun label halal tidak ada, berarti produk ini produk ilegal. Sama sekali tidak aman untuk dikonsumsi.

Bila kita menerima parcel yang berisi barang haram semisal miras, bolehkah dijual atau diberikan kepada orang non-Islam?

Menurut Halal Guide Halal Watch, sebaiknya parcel itu kita kembalikan kepada pengirimnya. Jelaskan kepada mereka bahwa sebagai orang Islam, Anda tidak diperkenankan meminum minuman keras.

Selain itu, seorang muslim tidak boleh memberi atau menerima hadiah berupa khamr (Yusuf Qardhawi dalam bukunya Halal dan Haram). Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al Humaidi dalam Musnadyan sebagai berikut: Diriwayatkan, seorang laki-laki hendak menghadiahkan khamr kepada Nabi saw, lalu beliau memberitahukan bahwa Allah telah mengharamkan khamr. Terjadi dialog sebagai berikut: Lelaki: ‘Apakah saya boleh menjualnya?’ Nabi: ‘Sungguh Zat yang telah mengharamkan meminumnya telah mengharamkan menjualnya’. Lelaki: ‘Apakah saya tidak boleh menghadiahkan kepada seorang Yahudi?’ Nabi: ‘Sesungguhnya Zat yang telah mengharamkannya, juga mengharamkan menghadiahkannya kepada orang Yahudi’. Lelaki: ‘Apa yang harus saya lakukan?’ Nabi: ‘Tuangkan saja di selokan air.”

(Sumber: mailing list: Halal-baik-enak@yahoogroups.com)

Titik Kritis Produk Bakery

Banyak Pilihan Bakery Halal

Hidangan ‘’wajib’’ saat Lebaran ini bahan-bahan pembuatnya rawan. Jangan khawatir, banyak yang sudah lolos pemeriksaan LPPOM MUI.

Produk bakery, adalah produk makanan yang bahan utamanya tepung (umumnya tepung terigu) dan dalam pengolahannya melibatkan proses pemanggangan. Contohnya: roti, biskuit, pie, pastry.

Bahan-bahan (ingredient) pembuat bakery cukup rawan kehalalannya. Inilah titik-titik kritisnya:

Tepung Terigu

Ini bahan utama produk bakery dan kue. Jenis tepung lainnya yang bisa digunakan adalah tepung rye, tepung beras, tepung jagung, dan lain-lain.

Tepung terigu dibuat dari biji gandum yang digiling dan diayak sehingga diperoleh tepung dengan besar partikel tertentu.

Secara garis besar, ada dua jenis tepung gandum yaitu tepung gandum keras (strong flour) dan tepung gandum lunak (soft flour). Tepung gandum keras biasanya digunakan untuk membuat roti dan produk-produk yang dibuat dengan melibatkan proses fermentasi serta puff pastry. Tepung terigu lunak biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kue.

Salah satu bahan aditif/tambahan pada pembuatan tepung gandum yaitu L-sistein. Fungsinya sebagai improving agent (meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang diinginkan). Ia dapat melembutkan gluten (protein utama gandum yang berperan dalam pengembangan adonan yang dibuat dari tepung gandum), sehingga adonan tepung lebih lembut. Sistein juga mengembangkan adonan.

L-sistein murah yang banyak tersedia di pasaran adalah L-sistein yang dibuat dari rambut manusia, khususnya yang dari Cina. Nah, MUI sudah memutuskan, barang semacam ini haram hukumnya bagi umat Islam.

L-sistein dari bulu unggas pun masih dipertanyakan kehalalannya. Jika diperoleh pada waktu hewan masih hidup, maka bisa jadi tidak diperbolehkan. Jika diperoleh dari hewan mati, bagaimana penyembelihannya?

Untungnya sekarang sudah ada L-sistein yang diproduksi secara fermentasi dan boleh digunakan. Memang, harganya lebih mahal (tidak ekonomis). Namun, hampir semua tepung terigu lokal telah mendapatkan sertifikat halal.

Ada pula bahan aditif tepung terigu dengan maksud untuk memperkaya nilai gizinya, biasanya mineral dan vitamin. Agar vitamin A mudah larut dalam produk pangan berair (aqueous) dan tidak mudah rusak selama penyimpanan, biasanya ia ‘’disalut’’. Nah, bahan penyalut yang diragukan kehalalannya adalah gelatin.

Ragi/Yeast (Gist)

Dalam pembuatan roti, ragi/yeast dibutuhkan agar adonan bisa mengembang. Secara komersial ragi/yeast dapat diperoleh dalam 3 bentuk, yaitu compressed yeast, active dry yeast, dan instant active dry yeast. Di super market biasanya yang tersedia adalah yang instant active dry yeast (ragi instan), bisa langsung digunakan, tinggal dimasukkan kedalam adonan.

Semua bentuk ragi, isinya tak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif. Dari segi kehalalan bahan aditif inilah yang perlu dicermati kehalalannya. Pada pembuatan compressed yeast sering ditambahkan pengemulsi (emulsifier) yang syubhat.

Bahan aditif yang mungkin ada pada ragi instan adalah bahan anti gumpal (anticaking agent). Bahan-bahan anti gumpal yang syubhat adalah E542 (edible bone phosphate, berasal dari tulang hewan), E 570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat dapat berasal dari tanaman atau dari hewan, magnesium stearat dibuat dengan menggunakan bahan dasar asam stearat. Disamping gum atau dekstrin, gelatin kadang digunakan sebagai bahan pengisi pada ragi instan.

Bahan Pengembang

Digunakan dalam pembuatan roti dan kue. Berfungsi untuk menggelembungkan adonan.

Bahan pengembang jenis kedua yaitu apa yang disebut sebagai baking powder yang merupakan campuran antara sodium karbonat (baking soda) dengan asam pengembang (leavening acid). Yang bisa bertindak sebagai asam pengembang adalah umumnya garam fosfat, sodium aluminium fosfat, glukono delta lakton dan cream of tartar.

Dari semua bahan-bahan ini yang tidak boleh digunakan adalah cream of tartar. Cream of tartar sebetulnya adalah garam potasium dari asam tartarat yang diperoleh sebagai hasil samping (hasil ikutan) industri wine (sejenis minuman keras).

Istilah lain dari bahan pengembang adalah bread improver atau cake improver. Di pasaran sudah ada bread improver dan cake improver yang sudah mendapatkan sertifikat halal.

Cake Emulsifier

Digunakan untuk penstabil dan pelembut adonan cake, kadang digunakan pula untuk menghemat penggunaan telur. Di pasaran bahan ini dikenal dengan nama-nama dagang seperti Ovalet, SP, Spontan 88, TBM (istilah jenis cake emulsifier dalam bahasa Jerman), dll.

Status emulsifier secara umum syubhat, karena bisa terbuat dari bahan nabati (tanaman) atau hewani (dari hewan) seperti telah banyak dibahas di rubrik ini sebelumnya. Di samping itu, seringkali di pasaran bahan ini dicampur dengan lemak padat yang tidak jelas dari mana asalnya.

Dough Conditioner

Bahan multifungsi, bisa melembutkan adonan, mengembangkan adonan, mengawetkan, dll. Itulah sebabnya dough conditioner berisi campuran berbagai jenis bahan diantaranya yaitu L-sistein, tepung kedele, asam askorbat, lemak, gula, pengawet, emulsifier dan gipsum. Karenanya, status dough conditioner syubhat.

Shortening

Arti sesungguhnya dari shortening adalah lemak atau campuran yang memiliki sifat plastisitas tertentu sehingga mampu membuat makanan seperti roti dan kueh menjadi lembut. Secara umum shortening berstatus syubhat, kecuali yang sudah diketahui komposisinya dan telah dinyatakan halal oleh yang berwenang. Untungnya, di Indonesia sudah banyak shortening yang diproduksi didalam negeri dan sudah mendapatkan sertifikat halal.

Disamping itu, kita juga harus hati-hati memilih produk bakery dan kue hasil industri dalam negeri karena ditengarai banyak menggunakan bahan-bahan yang belum jelas kehalalannya. Bahan-bahan tersebut antara lain: ovalet, TBM, SP, roombutter, di samping jenis shortening atau lemak.

(nurbowo/milis: halal-baik-enak@yahoogroups.com)

Kosmetika & Kepalsuan

Tampil menarik dan prima adalah dambaan setiap insan. Untuk itu banyak yang mengguna-kan berbagai cara guna mengubah dan memperbaiki penampilan. Salah satu yang menjadi pilihan adalah kosmetika.

Sejarah kosmetika hampir seiring dengan sejarah peradaban manusia. Orang-orang Mesir Kuno telah mengenal berbagai ramuan untuk membuat kulit halus dan awet muda. Demikian juga dengan budaya Cina yang mengenal berbagai bahan alam yang dapat mempercantik dan memperindah wajah. Di Indonesia sendiri masing-masing suku juga memiliki cara dan ramuan khas untuk memperbaiki wajah, kulit dan tubuh manusia. Kita mengenal lulur, ramuan tradisional dan kosmetika alami di berbagai daerah.

Menggunakan kosmetika untuk memperbaiki diri dan fisik seseorang adalah sah-sah saja. Itu adalah suatu kewajaran, asal dilakukan secara wajar dan menggunakan bahan-bahan yang halal. Dalam Islampun kita disunnahkan menggunakan wewangian ketika hendak pergi ke masjid. Ada pula sunnah untuk menggunakan celak pada kelopak mata. Tetapi penggunaan kosmetika untuk tujuan-tujuan di luar kewajaran dapat dikategorikan tabarruj yang dilarang agama. Misalnya dengan mengubah bentuk dasar wajah untuk tujuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Mencukur alis dan menggantinya dengan pensil adalah salah satu bentuk pengubahan wujud asli wajah manusia yang sebaiknya tidak dilakukan.

Selain itu penggunaan kosmetika yang berlebihan juga dapat mengundang efek-efek kurang baik. Secara sosial kemanusiaan, penggunaan kosmetika yang terlalu tebal justru dapat mengubah makna kosmetika itu sendiri. Bahkan tidak jarang hal itu menjadi bahan tertawaan dan cibiran bibir rang jika tidak pantas lagi buat seseorang. Oleh karena itu dalam menggunakan kosmetika andapun harus berkaca pada batas-batas kewajaran dan norma yang berlaku, jangan hanya berlandaskan tujuan yang tidak jelas.

Di luar fungsi dan tujuan penggunaan kosmetika, hal yang tidak kalah penting adalah bahan baku kosmetika itu sendiri. Benarkah bahan-bahan tersebut berasal dari sesuatu yang halal? Jangan-jangan apa yang dipakai untuk wajah atau kulit itu berasal dari unsur haram atau najis. Kalau sampai terjadi maka bahan haram itu akan menodai diri kita, sehingga tidak dapat bersuci secara sempurna ketika hendak beribadah.

Kemungkinan masuknya bahan haram ini cukup terbuka. Lemak adalah salah satu komponen yang digunakan dalam banyak produk kosmetik. Jika anda menggunakan lipstik untuk memerahkan bibir, maka di dalamnya pasti mengandung unsur lemak sebagai bahan baku. Nah, apakah lemak itu berasal dari yang halal, ataukah berasal dari lemak babi? Itulah yang perlu dikaji lebih lanjut.

Akhir-akhir ini penggunaan bahan-bahan yang diduga haram semakin meningkat. Misalnya kolagen dan plasenta. Kolagen banyak dipakai di berbagai produk kosmetik karena konon dapat mengencangkan kulit dan memperbaiki penampilan wajah. Tahukah anda dari mana kolagen berasal? Bahan ini diekstrak dari protein hewani, yang mungkin dari sapi, ikan, atau mungkin juga dari babi.

Sedangkan plasenta merupakan bahan yang diambil dari plasenta (cadangan makanan bagi bayi), baik dari plasenta hewan maupun plasenta manusia! Sebagai bahan yang kaya nutrisi plasenta memang terbukti mampu memberikan gizi bagi kulit, sehingga memiliki efek encegah penuaan dan menjaga kesegaran kulit. Akan tetapi kalau berasal dari manusia, maka hal itu jelas dilarang oleh agama. Komisi Fatwa MUI telah melarang penggunaan organ tubuh manusia untuk kebutuhan pangan maupun kosmetika. Oleh karena itu penggunaan plasenta untuk memperbaiki wajah dan kulit juga dapat dihukumi haram.

Kini banyak produk kosmetika yang menggunakan bahan-bahan terlarang itu. Para produsennya menawarkan janji kebugaran, kecantikan dan awet muda, hal-hal yang sangat disukai kaum wanita. Oleh karena itu masyarakat berbondong-bondong membeli, meskipun dengan harga yang cukup mahal. Sudah saatnya konsumen muslim mencermati hal itu, jangan hanya tergiur dengan khasiat dan janji yang muluk-muluk, tetapi perhatikan juga aspek kehalalannya. Kecantikan tubuh dapat pudar setiap saat. Penuaan kulit juga merupakan sebuah keniscayaan yang akan dialami semua orang. Tetapi kecantikan akhlak dan budi pekerti jauh lebih abadi ketimbang sekedar kecantikan semu yang diberikan kosmetika, apalagi jika berasal dari bahan-bahan yang tidak halal.

Sumber: Jurnal Halal Maret 2003

ASPARTAM … sampai kapan meracuni anak-anak kita …

ASPARTAM … sampai kapan meracuni anak-anak kita …

Tulisan ini saya copy paste saja dari FB seorang sahabat dokter, yi. dr. Hery Sulistianto. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Hari ini jam 8:05 diambil dari : dranak.blogspot.com

Nyaris 1 juta dolar AS uang riset digelontorkan, sementara lebih dari 1.900 ekor tikus dilibatkan. European Ramazzini Foundation on Oncologyand Enviromental, lembaga riset terkemuka di Italia itu, ingin membuktikan, apakah betul Aspartam sejenis pemanis buatan itu berbahaya bagi kesehatan. Ramazzini tidak keliru. Bahkan, fakta yang mereka kantongi jauh lebih lebih mengerikan ratusan tikus telah siap menunggu ajal.

Aspartam, pemanis non-kalori yang memiliki tingkat kemanisan 200 kali gula itu, membikin tikus-tikus tadi langsung dihajar kanker mematikan.

Riset yang digelar pertengahan 2005 lalu itu membuat Uni Eropa kian yakin dengan keputusan mereka melarang penggunaan pemanis buatan pada produk makanan, jajanan anak-anak, terutama. Jepang, Malaysia, Brunei, Vietnam, langsung mengekor langkah Uni Eropa. Mereka haramkan pula Siklamat, jenis pemanis buatan yang diduga dapat memicu kanker.

Bagaimana Indonesia?

Alih-alih dilarang beredar, produk-produk ini sejak lama menjadi kawan akrab anak-anak SD. Mudah ditemui di warung-warung, bahkan dijajakan secara besar-besaran di supermarket. Survei Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) sepanjang Juni hingga Juli di sejumlah titik di DKI Jakarta membuktikan hal itu. ”Dari 49 sampel yang kami ambil, lebih dari separuhnya mengandung pemanis buatan dalam konsentrasi tinggi” kata Lies Permana Sari. Anggota tim peneliti LKJ itu, kemarin (9/8), membeberkan temuan mereka yang telah dikonfirmasi laboratorium Sucofindo. Disebut berkonsentrasi tinggi, sebab produk ini memuat kadar gula berlipat-lipat.

Selain mengandung gula murni, produk tadi juga ditambah pemanis. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jelas-jelas mengatakan, pemanis buatan hanya digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula.

Adapun sampel-sampel yang disisir LKJ meliputi produk jelly, permen, dan minuman. Ini produk jajanan anak-anak. ”Kami sengaja memilih jenis itu,” dia menambahkan. Ada 25 merek jelly, 16 merek minuman serbuk, dan delapan merek permen. Kelebihan zat pemanis ditemukan bukan hanya pada merek-merek tak terkenal, tetapi juga brand-brand (merek) yang sering nongol di layar televisi. Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu juga seperti berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti Okky Jelly Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna Jelly, Lotte Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan Mariteh Instant, tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam.

Ini, menurut Lies, menyangkut perkara cukup penting. Riset European Ramazzini Foundation tahun silam membuktikan bahwa pemanis buatan Aspartam berisiko memicu kanker dan leukimia pada tikus percobaan bahkan pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/kg BB. ”Secara anatomis tikus mirip dengan manusia. Apa yang terjadi tikus amat mungkin terjadi pula pada manusia,” kata dr Nurhasan, anggota tim riset LKJ. Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk amat penting, sebab ada acceptable daily intake (ADI) atau batas jumlah pemanis yang boleh dikonsumsi seseorang sepanjang hidup. Bahkan, kata dia, jauh-jauh hari riset BPOM pada November-Desember 2002 sudah menunjukkan bahwa konsumsi Siklamat sudah mencapai 240 persen ADI, sementara Sakarin, pemanis buatan pemicu kanker kemih sebanyak 12,2 persen nilai ADI.

Tak pelak, kata Lies, anak-anak merupakan konsumen yang paling rentan terhadap dampak negatif dari pemanis buatan. ”Otak mereka masih berkembang,” terang dia. Beragam riset menunjukkan bahwa pemanis buatan, terutama Aspartam, berpotensi memicu keterbelakangan mentala kibat penumpukan Fenilalanin menjadi Tirosin pada jaringan syaraf. Berbeda dengan tikus, efek dari pemanis buatan pada manusia memang tak mewujud seketika. Ia terus berakumulasi dan akan dipanen setelah si anak beranjak dewasa. ”Karena itu, ini boleh dibilang silent disease,”tutur Lies seraya mengutip riset di Italia yang menunjukkan bahwa sudah ada bukti serangan kanker akibat konsumsi pemanis buatan. Apa alasan produsen menaburi pemanis makanan? Sulit dipungkiri, terang Lies, ini terkait dengan upaya mereduksi ongkos produksi.

”Kalau dengan sedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentrasi gula, kenapa tidak dipakai?,” kata Lies seraya mengatakan bahwa Aspartam, Sakarin, dan Siklamat memiliki tingkat kemanisan dari 30 hingga 300 kali gula. Menurut tim LKJ, As’ad Nugroho, BPOM hingga saat ini berkeras pemanis buatan masih aman dikonsumsi umum asalkan memenuhi komposisi. Apalagi ada 50 negara yang masih memperbolehkan meski soal aman tidaknya pemanis buatan masih diperdebatkan hingga detik ini. Pada kenyataannya, terang dia, soal komposisi aman ini banyak produsen yang membandel.”Saat minta izin BPOM, mereka memberikan produk yang komposisinya tepat. Ke pasar, mereka meluncurkan produk yang lain,” kata dia.

note : tulisan ini dipublish tahun 2006, meski sudah lama .. semoga ini menambah pengetahuan kita agar tidak mengkonsumsi produk yang mengandung Aspartam maupun pemanis buatan lainnya…apalagi untuk anak2 kita…

Pengertian Halal dan Haram Menurut Ajaran Islam (II)

V. Hal-hal yang dijumpai di lapangan

  1. Berdasarkan pengalaman di Bali, ada sementara pihak yang menganggap bahwa sertifikat halal itu bernuansa SARA, hal ini memerlukan penjelasan yang baik.
  2. Dalam agama Islam ada ketentuan yang mengatur dalam hal makanan dan minuman yang harus dipatuhi oleh pemeluknya.
  3. Karena kemajemukan masyarakat, timbullah masalah bahwa makanan olahan yang dipasarkan di tengah masyarakat tidak seluruhnya memenuhi ketentuan halal seperti yang ditentukan olah agama Islam.
  4. Yang sering terjadi dalam masyarakat, dann yang menyebabkan ketersinggungan umat Islam adalah adanya sementara pihak yang menyatakan bahwa produk atau hasil olahannya halal bahkan ada yang menyatakan ”halal 100%”, ”Halal 101%”, menurut pengertiannya sendiri tanpa melalui pertimbangan pihak yang benar-benar mengerti dalam masalah ini.
  5. Dalam agama Islam hanya ada ketentuan:
    1. Halal
    2. Tidak halal
    3. Diragukan kehalalannya
  6. Tidak ada ketentuan halal 100%, 75%, 50%, dst. Kalau ada yang menyatakan demikian karena tidak mengertinya, adalah tidak benar.
  7. Dalam hal makanan yang sudah jelas halal, tidak ada masalah, begitu juga makanan dan minuman yang tidak halal, juga tidak ada masalah. Orang Islam yang taat tidak akan mengkonsumsinya.
  8. Yang menjadi masalah adalah makanan dan minuman yang diragukan kehalalannya. Dalam hal ini perlu ada kerjasama antara pihak pengolah dan pemasar hasil suatu produk makanan dan minuman dengan pihak yang benar-benar mengerti tentang ketentuan halal, dalam hal ini MUI, supaya tidak menimbulkan keraguan bagi konsumen muslim untuk mengkonsumsinya.
  9. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang diragukan kehalalannya dapat menimbulkan perasaan tidak tenang bagi seorang muslim yang taat dalam beragama.

IV. Tinjauan dari Sudut Teknologi

  1. Pada jaman Rasulullah, yaitu pada jaman Nabi Muhammad SAW diutus tuhan menyampaikan ajaran agama Islam kepada manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai manusia masih sangat sederhana. Pergaulan dan mobilitas manusia masih terbatas.
  2. Pada jaman sekarang, mobilitas manusia sudah mengglobal. Teknologi berbagai produk, termasuk produk makanan sudah terlalu canggih, baik alat untuk mengolahnya maupun bahan dan cara memprosesnya.
  3. Bahan baku, bumbu dan bahan penolong untuk memproduksi makanan olahan diperoleh dari berbagai sumber asal usulnya. Teknologi pengolahan pun sudha sangat canggih. Bahan baku sudah banyak diperoleh dari impor, termasuk daging atau bahan hewani lainnya yang tidak jelas asal dan cara penyembelihannya. Bumbu dan bahan penolong sudah banyak yang hasil olahan secara kimiawi, berupa instan turunan daru bahan haram atau paling tidak tercemar bahan haram.
  4. Karena bahan yang diolah dan cara pengolahannya ditangani oleh berbagai pihak termasuk pihak yang tidak mengerti ketentuan halal yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan agama Islam, maka diperlukan adanya kerjasama antara pihak produsen dengan pihak yang mengerti ketentuan halal ini, dalam hal ini MUI, agar hasil produknya tidak menimbulkan keraguan konsumen muslim. Dengan tidak diragukan oleh konsumen muslim, diharapkan akan dapat merebut pasar lebih luas, mampu bersaing dipasaran bebas, karena sebagian besar konsumen di Indonesia adalah orang muslim.
  5. Lebih jauh dengan sertifikat halal, produknya akan merebut pasar yang lebih luas di pasar bebas secara global, menembus pasar di negara-negara yang berpenduduk muslim.

VII. Cara memperoleh Sertifikat dan Label Halal

  1. Undang-undang No. 7 tahun 1996 tentang pangan, masalah makanan halal tercantum dalam pasal 30, ayat 2, butir (e).
  2. Cara memperoleh Sertifikat Halal dalam undang-undang tersebut menjadi satu paket dengan cara memperoleh label pangan. Dalam label pangan tersebut sekaligus tercantum:
    1. Nama produk
    2. Daftar bahan yang digunakan
    3. Berat/isi bersih
    4. Nama dan alamat produsen/pengimpor
    5. Keterangan tentang halal
    6. Tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa
  3. Urut-urutan prosedurnya:
    1. Perusahaan mengajukan permohonan label pangan kepada Badan POM
    2. Badan POM, Departemen Agama (Kementerian Agama) dan MUI dalam satu tim melakukan audit ke perusahaan pemohon
    3. Bila dalam audit masih ditemukan hal-hal yang belum memenuhi ketentuan, pemohon wajib melengkapi dan memperbaikinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan disepakati.
    4. Bila semua telah memenuhi ketentuan, maka selanjutnya MUI menerbitkan Sertifikat Halalnya dan Badan POM menerbitkan label pangan setelah perusahaan memperoleh Sertifikat Halal
    5. RPH (Rumah Potong Hewan) yang diselenggarakan Pemerintah mengacu pada Keputusan Komisi Fatwa MUI, Nomor: B-776/MUI/X/1990 tanggal: 10 Oktober 1990 dan SK Menteri Pertanian Nomor: 413/Kpts/TN.310/7/1992, tanggal 25 Juli 1992 harus dilaksanakan seusai dengan ketentuan Halal secara Islam.
    6. Khusus RPH Pesanggaran Denpasar telah dalam pantauan MUI Propinsi Bali, dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan tersebut diatas.

(Disampaikan dalam pembukaan ”Pelatihan Intern Sertifikasi Halal, LPPOM MUI Propinsi Bali Masa Bakti 2005 – 2010 di Denpasar, 29 Januari 2006 di Gedung MUI Propinsi Bali)

Pengertian Halal dan Haram Menurut Ajaran Islam (I)

Oleh: H. Sunhadji Rofi’i, Ketua LPPOM MUI

Hai Manusia, makanlah dari apa yang terdapat di bumi, yang halal dan yang thoyyib. Dan janganlah kamu menuruti jejak setan (yang suka melanggar atau melampaui batas). Sesungguhnya setan itu adalah musuh kamu yang nyata. (QS 2:168)
Diharamkan bagi kamu sekalian bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan tidak atas nama Allah, binatang yang tercekik, yang dipukul, yang terjatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas kecuali kamu sempat menyembelihnya, dan diharamkan juga bagimu binatang yang disembelih untuk dipersembahkan kepada berhala. (QS 5:3)

Halal artinya dibenarkan. Lawannya haram artinya dilarang, atau tidak dibenarkan menurut syariat Islam. Sedangkan thoyyib artinya bermutu dan tidak membahayakan kesehatan.

Kita diharuskan makan makanan yang halal dan thoyyib, artinya kita harus makan makanan yang sesuai dengan tuntunan agama dan bermutu, tidak merusak kesehatan.

Dalam ajaran Islam, semua jenis makanan dan minuman pada dasarnya adalah halal, kecuali hanya beberapa saja yang diharamkan. Yang haram itupun menjadi halal bila dalam keadaan darurat. Sebaliknya, yang halal pun bisa menjadi haram bila dikonsumsi melampaui batas.

Pengertian halal dan haram ini sesungguhnya bukan hanya menyangkut kepada masalah makanan dan minuman saja, tetapi juga menyangkut perbuatan. Jadi ada perbuatan yang dihalalkan, ada pula perbuatan yang diharamkan.

Pengertian makanan dan minuman yang halal meliputi:

  1. Halal secara zatnya
  2. Halal cara memprosesnya
  3. Halal cara memperolehnya, dan
  4. Minuman yang tidak halal

I. Makanan yang halal secara zatnya

Allah Maha Pemurah lagi Maha Pengasih. Terlalu banyak bahkan hampir semua jenis makanan adalah halal dan dapat dikonsumsi. Sebaliknya terlalu sedikit jenis makanan yang diharamkan yang tidak boleh dikonsumsi. Hikmah pelarangan tersebut jelas Allah yang Maha Mengetahui. Adapun kebaikan dari adanya larangan tersebut jelas untuk kepentingan dan kebaikan bagi manusia itu sendiri. Di antaranya, sebagai penguji ketaatannya secara rohaniah melalui makanan dan minumannya dan agar manusia tahu/mau bersyukur.

Bangkai, darah dan babi secara tegas diharamkan oleh Allah, sesuai dengan ayat diatas. Selanjutnya semua binatang yang mati tidak melalui proses penyembelihan hukumnya haram, disamakan dengan bangkai. Termasuk binatang yang mati dalam pengangkutan sekalipun baru sebentar, tidka boleh ikut disembelih dan dikonsumsi oleh manusia.

II. Makanan yang halal menurut cara prosesnya

Makanan yang halal tetapi bila diproses dengan cara yang tidak halal, maka menjadi haram. Memproses secara tidak halal itu bila dilakukan:

  1. Penyembelihan hewan yang tidak dilakukan oleh seorang muslim, dengan tidak menyebut atas nama Allah dan menggunakan pisau yang tajam.
  2. Penyembelihan hewan yang jelas-jelas diperuntukkan atau dipersembahkan kepada berhala (sesaji).
  3. Karena darah itu diharamkan, maka dalam penyembelihan, darah hewan yang disembelih harus keluar secara tuntas, dan urat nadi lehar dan saluran nafasnya harus putus dan harus dilakukan secara santun, menggunakan pisau yang tajam.
  4. Daging hewan yang halal tercemar oleh zat haram atau tidak halal menjadi tidak halal. Pengertian tercemar disini bisa melalui tercampurnya dengan bahan tidak halal, berupa bahan baku, bumbu atau bahan penolong lainnya. Bisa juga karena tidak terpisahnya tempat dan alat yang digunakan memproses bahan tidak halal.
  5. Adapun ikan baik yang hidup di air tawar maupun yang hidup di air laut semuanya halal, walaupun tanpa disembelih, termasuk semua jenis hewan yang hidup di dalam air.
  6. Selain yang tersebut diatas, ada beberapa jenis binatang yang diharamkan oleh sementara pendapat ulama namun dasarnya masih mengundang perbedaan pendapat.

III. Halal cara memperolehnya

Seorang muslim yang taat sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Islam memberikan tuntunan agar orang Islam hanya makan dan minum yang halal dan thoyyib, artinya makanan yang sehat secara spiritual dan higienis.

Mengkonsumsi makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal berarti tidak halal secara spiritual akan sangat berpengaruh negatif terhadap kehidupan spiritual seseorang. Darah yang mengalir dalam tubuhnya menjadi sangar, sulit memperoleh ketenangan, hidupnya menjadi beringas, tidak pernah mengenal puas, tidak pernah tahu bersyukur, ibadah dan doanya sulit diterima oleh Tuhan.

IV. Minuman yang tidak halal

Semua jenis minuman yang memabukkan adalah haram. Termasuk minuman yang tercemar oleh zat yang memabukkan atau bahan yang tidak halal. Yang banyak beredar sekarang berupa minuman beralkohol.

Kebiasaan mabuk dengan minum minuman keras itu rupanya sudah ada sejak lama dan menjadi kebiasaan oleh hampir semua bangsa didunia. Pada jaman nabi Muhammad SAW, masyarakat Arab juga mempunyai kebiasaan ini. Nabi memberantas kebiasaan jelek ini secara bertahap.

Pertama, melarang orang melakukan sholat selagi masih mabuk (QS 4:34). Berikutnya menyatakan bahwa khamar atau minuman keras itu dosanya atau kejelekannya lebih besar dari manfaatnya atau kebaikannya (QS 2:219). Terakhir baru larangan secara tegas, menyatakan bahwa minuman keras itu adalah perbuatan keji, sebagai perbuatan setan, karena itu supaya benar-benar dijauhi (QS 5:90)

Insya Allah bersambung..

Pola Makan Rasulullah saw

sumber foto: www.dreamstime.com

dari sepenggal cerita Prof. Dr. Mushtopa Romadlon

 

Dalam setiap aktifitas dan pola hidupnya, Rasulullah memang sudah disiapkan untuk menjadi contoh teladan bagi semua manusia., termasuk dalam hal pola makan.  Memang sih, hanya urusan makanan. Tetapi kalau dengan pola makan tersebut, Rasulullah kemudian memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan sanggup mengalahkan para pegulat, tampaknya kita harus mikir lagi untuk mengatakan hanya. Ini bukan perkara remeh. Sebab salah satu faktor penting penunjang fisik prima Rasulullah adalah kecerdasan beliau dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsi.

Selama ini kita mengenal dua bentuk pengobatan. Pengobatan sebelum terjangkit penyakit/pencegahan (at thib al wiqo‘i), dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al ‘ilaji). Nah, dengan mencontoh pola makan Rasulullah, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza‘). Ini tentu jauh lebih baik daripada kita harus “berhubungan” dengan obat-obat kimia.

Hal pertama yang menjadi menu keseharian Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Sudah umum di ketahui bahwa udara pagi kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain. Ini ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktifitasnya selama sehari penuh. Maka tidak usah heran ketika kita tidak bangun di subuh hari, kita menjadi terasa begitu malas untuk beraktifitas. Selanjutnya rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya.

Lepas dari subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al-Qur‘an, kata syifa/kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu befungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan. Dalam istilah orang arab, madu dikenal dengan ‘al hafidz al amin’, karena bisa menyembuhkan luka bakar.

Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma ajwa‘/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di Perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisasi oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra‘, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh butir kurma!

Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi kurma. Belakangan terbukti bahwa kurma memiliki zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma disaat kehamilannya. Sebab memang itu bagus untuk kesehatan janin.

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan korma, kemudian sholat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu sudah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun.  Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah dengan keduanya. Dalam Al-Quran, kata “at tin” hanya ada satu kali, sedangkan kata “az zaytun” di ulang sampai tujuh kali. Seorang ahli kemudian melakukan penelitian, yang kesimpulannya, jika zat-zat yang terkandung dalam tin dan zaitun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan “ahsni taqwim”, atau tubuh yang sempurna, sebagaimana tercantum dalam surat at tin. Subhanallah! Syaikh Ahmad Yasin adalah salah seorang yang rutin mengkonsumsi jenis makanan ini, sehingga wajarlah beliau tetap sehat, kuat dan begitu menggentarkan para Yahudi, meskipun lumpuh sejak kecil. Kalau saja beliau tidak lumpuh, barangkali sudah habis para Yahudi Israel itu.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, belaiau selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Anda kenal nama tersebut? Di Mesir, kata Dr. Musthofa, keduanya mirip dengan sabbath dan ba‘dunis. Masih tidak kenal juga? Dr. Musthofa kemudian menjelaskan, secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Jadi, asalkan namanya sayuran, sepanjang itu halal, Insya Allah bergizi tinggi. Maka, para penggemar kangkung dan bayam tidak usah panik.

Disamping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Di antaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Jadi ya kira-kira seperti bubur ayam begitulah. Kemudian beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan anggur dan hilbah.

Sekarang masuk pada tata cara mengkonsumsinya. Ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting adalah menghindari isrof, atau berlebihan. Kata Rasulullah, “cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan, kalaupun harus makan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya” (Al-Hadits). Ketika seseorang terlalu banyak makanannya, maka lambungnya akan penuh dan pernafasannya tidak bagus, sehingga zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik. Imbasnya, kondisi fisik menjadi tidak prima, dan aktifitas pun tidak akan maksimal. Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab‘u, yang berarti kenyang itu bukan al imtila‘, atau memenuhi. Tetapi kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya, sesuai dengan proporsi dan ukurannya. Jadi ini penting; jangan kekenyangan!

Kemudian Rasulullah juga melarang untuk idkhol at thoam alatthoam, alias makan lagi sesudah kenyang. Suatu hari, di masa setelah wafatnya rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “apa yang membuatmu menangis, wahai bunda?” tanya para sahabat. Aisyah ra lalu menjawab, “dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Dan penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang tergoda untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa anda sudah kenyang.

Selanjutnya, Rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam, karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalkan dalam mengkonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra “ Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!”.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=387683&page=2

- Iklan layanan masyarakat -

Berita Terbaru

Terpopuler