PENGETAHUAN BAHAN TURUNAN PRODUK HEWAN DAN KHAMR (II)

May 28, 2011
By

II.            BAHAN TURUNAN HEWANI

Produk hewani seperti daging, susu, telur mengandung senyawa yang diperlukan bagi pertumbuhan manusia karena mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Komposisi kandungan produk hewani terutama susu dan telur dipakai sebagai standar dalam penentuan suatu makanan bergizi atau tidak bergizi. Di balik kandungan yang sangat penting tersebut, produk hewani mendapat perhatian yang sangat penting dan serius dalam Al Qur’an. Dalam dunia industri produk hewani ini sudah tersebar menjadi berbagai macam makanan, bahan-bahan tambahan, dll. Beberapa bahan yang berasal dari hewani adalah: gelatin, derivat babi, dll.

1.       Margarin

Margarin adalah produk tiruan dari mentega (yang terbuat dari susu). Margarin umumnya terbuat dari minyak nabati, merupakan suatu emulsi air dalam lemak. Fase minyak/lemak terdiri dari campuran minyak yang telah dihidrogenasi. Di dalam fase ini terkandung bahan yang larut dalam lemak misal diglerida, lesitin, bahan pewarna dan vitamin larut lemak.

Aspek terpenting dari sudut kehalalannya adalah sumber minyak/lemak itu sendiri. Untuk minyak nabati tidak ada masalah, tetapi untuk minyak hewani, kehalalan minyak dan produk turunannya tergantung dari kehalalan hewan dan persiapannya (cara penyembelihannya).

Dalam proses pengolahan, titik penting lain yang relevan dengan aspek kehalalan adalah proses bleaching (pemucatan), karena kemungkinan penggunaan bahan absorben yang belum tentu halal. Juga penggunaan emulsifier pada proses pembuatannya.

2.       Gelatin

Gelatin banyak digunakan pada baik produk pangan maupun non pangan, seperti kapsul obat-obatan, kosmetika, film, dll. Penggunaan gelatin pada industri pangan terutama ditujukan untuk keperluan penganeka ragaman produk. Gelatin dibuat dari bahan yang kaya akan kolagen seperti kulit dan tulang sapi atau hewan besar. Penggunaan gelatin sangat luas, karena gelatin bersifat serba bisa. Untuk lebih jelasnya penggunaan gelatin dapat dilihat pada tabel berikut

 

No Jenis Produk Fungsi dan contoh Produk
1 Produk Pangan Umum Sbg. Zat pengental, penggumpal, membuat produk menjadi elastis, pengemulsi, penstabil, pembentuk busa, menghindari sineresis, pengikat air, memperbaiki konsistensi, pelapis tipis, penambah gizi, makanan bayi.
2 Daging olahan Untuk meningkatkan daya ikat air, konsistensi dan stabilitas produk sosis, kornet, ham, dll.
3 Susu olahan Untuk memperbaiki tekstur, konsistensi dan stabilitas produk, menghindari sineresis pada yoghurt, es krim, susu asam, keju, mentega
4 Bakery Untuk menjaga kelembaban produk, perekat bahan pengisi pada roti, dll.
5 Minuman Sebagai penjernih sari buah (juice), bir dan wine
6 Buah-buahan Sebagai pelapis (melapisi pori-pori buah sehingga terhindar dari kekeringan dan kerusakan oleh mikroba), menjaga kesegaran dan keawetan buah
7 Farmasi Pembungkus kapsul atau tablet obat
8 Kosmetika (khusus produk emulsi) Untuk menstabilkan emulsi pada shampoo, penyegar dan pelindung kulit (lotion/cream), sabun (terutama cair), lipstik, cat kuku, busa cukur, krim pelindung matahari, dll
9 Kedokteran/ kesehatan Gelita sol untuk produk minuman sehat, produk diet, infus, dll.
10 Permen dan produk sejenisnya Untuk mengatur konsistensi produk, mengatur daya gigit dan kekerasan serta tekstur produk, mengatur kelembutan dan daya lengket di mulut

 

3.       Produk babi dan derivatnya

Daging babi secara visual dapat dikenali dengan mudah karena sangat khas dibandingkan dengan daging lain. Berikut ini terdapat berbagai produk yang berasal dari daging babi dan hasil sampingnya.

No Asal Produk Contoh hasil olahan
1 Daging dimasak langsung Gule, sate, steak, dll.
2 Daging utuh yang proses Ham, kaseler, bacon
3 Daging giling dan cincang yang diolah Sosis mentah, sosis matang, sosis putih, sosis merah spt. Wiener, frankfurter, bologna, dll.
4 Hasil samping, berupa:

  • Jeroan dan darah
  • Kulit dan tulang
 

  • Casing alami sosis, isolat protein plasma
  • Kerajinan kulit, produk gelatin, produk kedokteran, farmasi, kosmetika
5 Lemak hewani Shortening, emulsifier, asam lemak, mono dan digliserida, gliserol, margarin
6 Bulu Berbagai jenis sikat seperti kuas untuk melukis, kuas untuk mengecat, sikat gigi, bulu sofa
7 Ensim renin pada lambung babi Bahan penggumpal pada pembuatan keju
8 Serum Banyak digunakan dalam dunia kedokteran
9 Usus selongsong

 

Dari tabel tersebut tergambar bahwa produk babi dan derivatnya (turunannya) telah banyak digunakan di dunia industri pangan, obat dan kosmetika. Dengan mengetahuinya, akan meningkatkan kewaspadaan dalam mengkonsumsi sesuatu sehingga harus memastikan dulu kehalalan produk tersebut.

III.            BAHAN TURUNAN KHAMR

Khamr adalah minuman yang dapat menghilangkan potensi akal untuk berfikir. Dunia kedokteran memberi pengertian umum minuman keras mencakup semua zat cair yang mengandung alkohol dalam kadar tertentu. Alkohol itulah zat yang memabukkan dalam khamr. Dari sinilah orang secara mudah memandang khamr identik dengan alkohol. Padahal berbeda, alkohol atau etanol adalah bahan kimia yang memang ada dalam minuman keras (minuman keras hanya salah satu bentuk khamr saja). Yang menyebabkan suatu minuman keras bersifat memabukkan bukan hanya disebabkan oleh alkohol (etanol) saja, akan tetapi semua bahan yang ada dalam minuman keras tersebut.

Alkohol digunakan dalam berbagai keperluan dan industri. Dalam industri farmasi, alkohol dikenal sebagai salah satu pelarut zat tertentu atau dijadikan bahan awal untuk membuat obat lain. Tetapi penggunaan alkohol dalam obat yang diminum atau dimakan hampir tidak ada lagi.

Minuman yang mengandung alkohol adalah minuman yang diproses dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat atau lainnya dengan cara fermentasi dan produk akhir berupa cairan beralkohol dan siap minum. Jenis minuman beralkohol baik karena proses fermentasi maupun alkohol ditambahkan dari luar, fatwa MUI memberikan hukum yang sama yaitu HARAM.

Dalam industri makanan seperti kue, khamr sering digunakan untuk memantapkan aroma dan rasa yang berupa RHUM. Rhum ini adalah sejenis minuman keras dengan kadar alkohol sekitar 37%. Jika sudah masuk kategori khamr, maka tidak boleh dimanfaatkan sama sekali untuk apapun.

Kesimpulan

Masalah pengetahuan produk turunan hewan dan khamr ini sangatlah penting diketahui agar dalam mengkonsumsi atau menangani bahan makanan dapat diketahui kejelasan kehalalannya.

(Disampaikan dalam acara Pelatihan untuk Pengurus  LPPOM MUI Bali, masa bakti 2005 – 2010 di gedung MUI Bali, Januari 2006)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply